Harian LA Times melakukan sedikit investigasi untuk menelusuri sejarah SMS 160 karakter dan akhirnya berhasil menemukan orang yang paling bertanggung jawab: Friedhelm Hillebrand. Pria Jerman yang namanya sedikit asing ini memang tak menjadi kaya karena mengembangkan standar pembatasan karakter SMS tapi ia adalah orang yang berada di balik pembatasan itu.
Pada tahun 1985 Friedhelm duduk di depan mesin tiknya dan berusaha menyelidiki panjang maksimal sebuah text message. Ia menulis beberapa kata hingga menjadi kalimat dan menemukan bahwa ia selalu menggunakan total karakter huruf di bawah 160. Ia kemudian menetapkan angka 160 sebagai angka ajaibnya dan memaksakan standar baru pada semua GSM carrier. Ia bisa melakukannya karena jabatannya sebagai pimpinan dari nonvoice services committee of the Global System for Mobile Communications Group pada 1986. Memang kisah ini sudah bergulir puluhan tahun silam, tapi gaungnya masih terasa sampai sekarang.
Hari ini kita masih terjebak dengan pembatasan 160 karakter yang ?Ajaib? itu dan terus menerus mencari cara baru untuk mengkombinasikan dan menyingkat kata-kata agar kita bisa beradaptasi dengan pembatasan itu.
Selengkapnya...
Saturday, 2 April 2011
Asal usul sms 160 karakter
Melelehkan hati pasangan sesuai jurusan kuliah
Fakultas Teknik
Teknik Informatika: "Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu."
Teknik Elektro: "Aku memang anak elektro, tapi akupun tak mengerti kenapa sentuhanmu bisa menyetrum kalbuku."
Teknik Telekomunikasi: "Tanpa memakai antena pun kamu udah tahu kok signal cinta yang aku kirim ke hatimu."
Teknik Sipil: "Fondasi cinta yang kau tanamkan di hati ini takkan goyah sekalipun gempa menerpa."
Teknik Geodesi: "Tidak perlu alat ukur untuk mengetahui posisi cintaku, karena posisi cintaku yang sebenarnya hanya ada di hatimu."
Teknik Kelautan: "Cintaku padamu bagai deburan energi ombak yang menghantam breakwater."
Teknik Lingkungan: "Senyummu bagaikan global warming, yang mampu mencairkan isi hatiku."
Fakultas Komputer
Sistem Informasi: "Kayanya laptopku error deh, soalnya tiap mau ngetik deket-deket kamu font yang keluar selalu Times New 'Romance'."
Komputerisasi Akuntansi: "Aku dapat membuat program untuk mengatur laporan keuangan, tapi aku tak dapat membuat program untuk dapat mengukur laporan cintaku padamu."
Fakultas Kedokteran
Kedokteran Umum: "Tanpa membedah isi hatimu pun, aku tahu kamu mencintaiku."
Kedokteran Gigi: "Ku tahu betapa sulitnya melakukan cabut (ekstraksi) gigi, tapi perlu kau sadari bahwa aku jauh lebih tak mampu mencabut anak panah cupid ini dari hatiku."
Keperawatan: "Mencintaimu bagaikan diare, tak dapat ditahan lagi."
Fakultas Seni
Seni Rupa: "Kau warnai duniaku dengan cinta dan kasih sayang."
Seni Musik: "Aku dan kamu bagaikan nada-nada yang bila berkumpul akan membentuk suatu harmoni."
DKV: "Cintaku kepadamu sebesar kertas A2 dan mungkin cintaku setebal Tinta Cina."
Fotografi: "Tak ada foto yang lebih indah selain dirimu."
Fakultas Bisnis
Ekonomi: "Aku tiap hari menulis nomor dan menghitung, namun hanya 1 angka yang aku suka yaitu Dirimu Satu."
Fakultas Hukum
Hukum: "Aku terbiasa menghukum orang yang bersalah, tapi aku akan selalu menjadi pihak pembelamu."
Fakultas Pertanian & Kehutanan
Pertanian: "Kau bagaikan Bunga yang selalu harum untukku, namun aku lebih suka kau seperti air yang mengaliri menyegarkan dalam hidupku."
Kehutanan: "Aku mempelajari keajaiban Tuhan di dalam Hutan dengan berbagai hal yang indah dan unik, namun hanya kehadiranmu di dekat saya yang terindah bagiku mengisi kesepianku."
Peternakan: "Jangan biarkan sendiri, karena bagaimanapun aku gak menggigit tetapi aku akan membawa terbang seperti burung di langit kemana kau suka!"
Selengkapnya...Saturday, 26 March 2011
Karakter Karakter X-1
Main Class Roster - X-1
Additional Family Members
Notable Mention
Selengkapnya...
Sunday, 6 March 2011
Kenapa pilih PU ?
Tanpa basa-basi terlalu lama, pada bulan Agustus mendatang, jika tidak ada halangan yang berarti, saya akan memulai perkuliahan di President University, salah satu kampus berbasis International University di Indonesia. Mengapa saya membulatkan tekad untuk kuliah di sana?
Pertama, saya berhasil mendapatkan beasiswa kategori 2, yaitu subsidi sebesar 180 juta rupiah untuk masa perkuliahan. Beasiswa ini bahkan bisa meningkat jika Indeks Prestasi saya mencapai standar yang mengagumkan. Kedua, setelah melakukan research mendalam melalui Google, saya menemukan sistem pembelajaran mereka yang unik: Learning Revolution.
Learning Revolution adalah metode pembelajaran yang revolutionary yang diterapkan di President University. Menurut Jhanghiz Syahrivar (Research Assistant Fakultas Ekonomi President University), ada beberapa poin krusial dalam sistem pendidikan di negara kita yang perlu diubah, terutama:
- Budaya menghafal
- Ketakutan akan kesalahan (fear of making mistakes)
Jhangiz Syahrivar secara khusus menggarisbawahi 'menghafal' sebagai budaya yang harus segera ditransformasi. Mari kita analisis sistem pendidikan konvensional yang mendorong siswa/i berbakat Indonesia untuk berpikir dengan cara tersebut:
1. Multiple Choice System
Multiple Choice atau pilihan ganda mengkondisikan kita untuk berpikir bahwa setiap permasalahan hanya memiliki satu solusi yang benar. Padahal, dalam real-world scenarios, setiap masalah bisa memiliki berbagai macam solusi dan alternative penyelesaian.
Yang lebih memprihatinkan, sistem Multiple Choice memberikan false hope bahwa seseorang yang tidak kompeten pun bisa mendapatkan jawaban yang benar melalui metode "hitung kancing". Mengapa sistem ini masih diterapkan? Jawabannya sederhana: efisiensi waktu dan tenaga dalam proses penilaian, terutama untuk kelas dengan jumlah siswa yang besar.
2. Essay-Based Assessment
Meskipun format essay lebih baik daripada pilihan ganda, pertanyaannya seringkali masih bersifat tekstual seperti "Apa pengertian dari..." atau "Jelaskan konsep...". Pertanyaan-pertanyaan ini tetap mendorong siswa untuk menghafal definisi dari buku daripada mengembangkan critical thinking.
"As above, so below!" - Bagaimana kita bisa mengharapkan siswa untuk berpikir kreatif jika format pertanyaannya sendiri tidak mendorong kreativitas? Konsekuensinya, siswa lebih memilih untuk menghafal (bahkan hingga tanda baca) untuk menghindari kesalahan.
3. Dikotomi IPA dan IPS
Di tingkat SMA, penggolongan siswa ke jurusan IPA atau IPS sering didasarkan pada nilai akademik semata, bukan pada minat dan potensi. Hal ini menciptakan stigma bahwa "IPA untuk yang pintar, IPS untuk yang kurang pintar" - sebuah simplifikasi yang sangat merugikan. Padahal, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dalam mata pelajaran exacta, tetapi juga oleh PERAN mereka dalam masyarakat.
Learning Revolution di President University
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, President University menerapkan beberapa solusi inovatif:
1. Case Study Approach
Mahasiswa diajak untuk menganalisis real cases dan memberikan solusi kreatif. Tidak ada jawaban yang "salah" - yang ada adalah solusi yang "tepat" atau "kurang tepat" sesuai konteks.
2. Open Book System
President University adalah pionir dalam menerapkan sistem open book examination. Mahasiswa diperbolehkan membawa referensi sebanyak yang diperlukan, karena fokusnya adalah pada aplikasi pengetahuan dan critical thinking, bukan pada kemampuan menghafal.
3. Comprehensive Scoring System
Seperti dalam film Harry Potter, penilaian tidak hanya berdasarkan ujian akademik. Aspek soft skills seperti leadership, communication skills, creativity, dan attitude juga menjadi komponen penilaian yang signifikan.
4. Reversed Scoring System
Mahasiswa diberi kesempatan untuk memberikan feedback terhadap performa dosen secara anonim. Sistem ini memastikan kualitas pengajaran tetap tinggi dan mendorong continuous improvement dari para pengajar.
Learning Revolution ini adalah salah satu alasan utama mengapa saya memilih President University. Saya yakin metode pembelajaran ini akan menjadi benchmark bagi universitas lainnya di masa depan. Sebagai seseorang yang sudah lelah dengan metode konvensional yang terlalu fokus pada hafalan dan nilai ujian, saya sangat antusias untuk menjadi bagian dari revolusi pembelajaran ini.
*Artikel ini ditulis oleh calon mahasiswa baru President University yang sangat excited untuk memulai journey akademiknya.
Selengkapnya...Saturday, 5 February 2011
Ibu
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
*Khalil Gibran*
Selengkapnya...