Monday, 6 December 2010

learn from life

Ketika gue lg makan di tenda gitu, ada anak muda yg datang menawarkan sendal2 kulit. Berhubung saat itu gue lg makan, gue reflek bilang "aduh makasih mas" sambil kasih tangan (gesture kalau gue tidak tertarik).

Setelah gue selesai makan, gue baru ngeuh kalau orang itu masih dsn. lg duduk di trotoar dan keliatan nya udah cape banget (saat itu sudah jam 10-11 malam).

Akhir nya gue bilang, "liat dong sendal2nya.."
dia langsung semangat keluarin sendal2 nya dari tas nya (semacam travel bag), keliatan dr muka nya langsung berseri2 lg. dia langsung semangat jelasin ttg barang dagangan nya, kulit nya bagus, jahitan nya kuat, model nya bagus, dll.. dll...



abang jual sandal

Waktu gue tanya harga nya, sebelum gue tawar, dia langsung ngurangin harga nya sendiri (mungkin dia takut gue ga jd beli kalau harga nya kemahalan). Gue bilang "ga usah di kurang2in Mas, saya ga bakal nawar ko ".

Akhir nya gue pilih sepasang sendal, dan berhubung saat itu dia terlihat lapar, gue jg pesenin makan buat dia. Gue sempat ngobrol2 sm dia, dia bilang datang dr daerah Jawa Barat (lupa nama daerah nya), dan dia baru beberapa bulan tinggal dsn. Dia ga punya tempat tinggal tetap, sehari2 dia tidur di Musholla atau Masjid, dan beberapa hari sekali dia pulang ke tempat juragan sendal nya, untuk setoran uang dan barang. Ga lama setelah itu pun, dia selesai makan dan cabut u/ cari musholla untuk bermalam.
Lucu nya, dia punya hp dan gue sempat save no nya. gue bilang sm dia, kalau suatu hari gue butuh orang untuk kerja, mungkin gue akan tlp dia. Tapi sayang sampai detik ini gue blom bisa penuhin janji gue


Anyway, Sekedar tambahan aja nih...
Kalau melihat pedagang2 kecil yg seperti itu, yg kadang harus keliling dengan barang dagangan nya. Sebaik nya sisihkan sebagian rejeki kita untuk membeli barang dagangan nya. Walalu pun kadang kita tidak suka dengan barang dagangan nya, kita selalu bisa memberikan barang yg kita beli kepada orang lain.
Yang paling utama, uang yg kita sisihkan untuk beli dagangan nya bisa men-charge semangat dia untuk terus berusaha dan mencari rejeki dengan cara yg halal.
cheers


Jika engkau terlalu sering makan di rumah makan mewah, sesekali makanlah di warung kecil pinggir terminal
Jika engkau terlalu sering naik taksi atau mobil mewah, sesekali nikmatilah berdesakan di dalam bus padat
Jika engkau terlalu sering berbelanja di mall atau supermarket megah, sesekali rasakan indahnya berbelanja dan menawar di pasar rakyat
Jika engkau terlalu sering tidur di atas kasur empuk dan mewah, sesekali nyenyaklah di pelataran masjid
Jika engkau terlalu sering berdiskusi dengan teman berbaju bagus, sesekali bercandalah dengan anak kecil dan bapak di pinggir jembatan

Tidak, bukan untuk membuktikan dirimu peduli

Hanya sekedar untuk .. melembutkan hati

5 comments:

  1. Nice information, many thanks to the author. It is incomprehensible to me now, but in general, the usefulness and significance is overwhelming. Thanks again and good luck!

    ReplyDelete
  2. Want to say your article is outstanding. The clarity in your post is simply striking and I can assume you are an expert on this field. Well with your permission allow me to grab your rss feed to keep up to date with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the effective work.

    ReplyDelete
  3. hmmm...baik sekali anda ini....
    memang, jika kita melihat pedagan kecil, suka kasihan melihatnya,...saya sendiri bukan dari golongan orang atas...jadi saya sendiri bisa walupun sedikit bagaimana rasanya seperti mereka itu....

    ReplyDelete
  4. jadi mau nangis sob....

    moga kebaikan sobat dibalas berkali-kali lipat

    amin

    ReplyDelete
  5. salut ya Mas...
    semoga kebaikan anda di bales ma yang di Atas

    ReplyDelete

Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.